TEORI
KESEIMBANGAN (HEIDER)
Ruang
lingkup teori keseimbangan (balance theory) dari Heider adalah mengenai
hubungan-hubungan antarpribadi. Teori ini berusaha menerangkan bagaimana
individu-individu sebagai bagian dari struktur sosial (misalnya sebagai suatu
kelompok) cenderung untuk menjalin hubungan satu sama lain.
Teori Heider
memusatkan perhatiannya pada hubungan intra-pribadi (intrapersonal) yang
berfungsi sebagai “daya tarik”, yaitu semua keadaan kognitif yang berhubungan
dengan perasaan suka dan tidak suka terhadap individu-individu dan objek-objek
lain.
Teori Heider
merupakan penjelasan yang sangat menarik tentang gejala-gejala kelompok dan
menyediakan bagi para sarjana komunikasi beberapa cara yang bermanfaat untuk
melihat kelompok yang mempunyai hubungan dengan kejadian-kejadian intra-pribadi
yang berkaitan dengan dimensi-dimensi struktural dari perasaan suka. Teori ini
mungkin juga bermanfaat untuk menerangkan beberapa kehadiran komunikasi terbuka
di dalam kelompok, walau tidak secara langsung berhubungan dengan tingkah laku
pesan.
Teori
keseimbangan berkenaan dengan cara seseorang menata sikap terhadap orang atau
benda dalam hubungannya satu sama lain di dalam struktur kognitifnya sendiri.
Sebagian besar penulis biasanya memuji Fritz Heider (1946) dengan pernyataan
pertamanya tentang teori konsistensi, meskipun konsep infomal itu dapat di
telusuri kembali pada karya sebelumnya (lihat Keisler, Collins dan Miller,
1969). Sebagai seorang psikolog Heider peduli terhadap cara seseorang menata
sikap terhadap orang dan benda dalam hubungannya satu sama lain di dalam
struktur kognitifnya sendiri. Heider (1958) mengemukakan bahwa keadaan yang
tidak seimbang menimbulkan ketegangan dan membangkitkan tekanan tekanan untuk
memulihkan keseimbangan. Dia mengatakan bahwa "Konsep Keadaan Seimbang
Menunjukan Sebuah Situasi Yang di dalamnya Unit-unit Yang Ada Dan
Sentimen-sentimen Yang Di Alami "Hidup" berdapingan tanpa
tekanan".
Dalam konsep
Heider, tingkat kesukaan tidak bisa direpresentasikan sebuah hubungan bisa
positif atau negatif. diasumsikan bahwa sebuah keadaan seimbang adalah stabil
dan menolak pengaruh-pengaruh dari luar. Keadaan tidak seimbang di asumsikan
tidak stabil dan menciptakan ketegangan psikkologis dalam diri seseorang.
Ketegangan ini "Mereda Hanya Apabila Perubahan didalam Situasi Tersebut
Terjadi Sedemikian Rupa Sehingga Tercapai Keadaan Seimbang". Hal ini
menentukan secara tepat ketertarikan komunikator pada teori tersebut karena dia
menunjukan sebuah model perubahaan sikap dan penolakan terhadap sikap. Keadaan
Yang tidak seimbang, sebagai keadaan yang tidak stabil, rentan untuk berubah
menjadi seimbang. Keadaan seimbang, sebagai keadaan stabil, menolak keadaan.
Referensi
Teori Komunikasi,
little john
Komunikasi Kelompok,
Alvin A. Goldberg & Carl E. Larson
No comments:
Post a Comment